Bermulanya sebuah TINTAHATI
Malam ini, duduk tundukku bertafakur.
Aku mencari ketenangan di sebalik kegundahan dan ujian yang berat buatku. Hatiku terdetik keinsafan Cintaku pada-MU ya Robbi. Tulus doaku untuk-MU. Tulus hatiku membisikkan kalimah cinta buat-MU. Aku rindu akan rayuanku pada-MU.
Saban malam ku meniti waktu
Saat yang belalu terusku tunggu
dikalainsan terus trlena
hatiku ini ingin teus berjaga
Dikala sepiku sendiri
mencari sinar dikegelapan malam
airmataku becucuran
kerna rindu ku yang tak pernah padam
Tangisanku mendayu-dayu
mengharap kasih dari yang satu
kutahucinta kuterbalas
kerna dialah pemilik cinta sejati
Oh Tuhan tunjukanlah jalan
merentai rasa cintaku
citra rindudan kasihku
yang kudambakan hanya untukMu
Usahlah Kau palingkan cinta
yang suci murni lagi sejati
kerna aku hanya ada sekeping hati
yang rapuh dan tak berdaya
Moga rinduku kan terubat
lantaran kasihMu yang murni
Tangisan rinduku
hanya untukMu.
Allahumma anta robbi
Zolam tu naf-si
Wa-ilam -ta'fiq-li
Wa-tar -ham -ni
La -aku-nan na minal-ko-si-rin
Allahummaantarobbi
a-an-ni-ni-ala -
Zikrika-Was-syu'rika
wa-husni-min-iba-datik
Allahumma antarobbi
tah-tim-ni-ya Allah
hus-hus ni ko-ti-mah
Saat yang belalu terusku tunggu
dikalainsan terus trlena
hatiku ini ingin teus berjaga
Dikala sepiku sendiri
mencari sinar dikegelapan malam
airmataku becucuran
kerna rindu ku yang tak pernah padam
Tangisanku mendayu-dayu
mengharap kasih dari yang satu
kutahucinta kuterbalas
kerna dialah pemilik cinta sejati
Oh Tuhan tunjukanlah jalan
merentai rasa cintaku
citra rindudan kasihku
yang kudambakan hanya untukMu
Usahlah Kau palingkan cinta
yang suci murni lagi sejati
kerna aku hanya ada sekeping hati
yang rapuh dan tak berdaya
Moga rinduku kan terubat
lantaran kasihMu yang murni
Tangisan rinduku
hanya untukMu.
Allahumma anta robbi
Zolam tu naf-si
Wa-ilam -ta'fiq-li
Wa-tar -ham -ni
La -aku-nan na minal-ko-si-rin
Allahummaantarobbi
a-an-ni-ni-ala -
Zikrika-Was-syu'rika
wa-husni-min-iba-datik
Allahumma antarobbi
tah-tim-ni-ya Allah
hus-hus ni ko-ti-mah
wa-la tah-tim-alaiya
Allahumma antarobbi
ta-qab-bal min-ni doa-in-ni
innaka-antas-samiul-a'lim
Wa-tub alaiya ya ALLAH in-naka
antas-samiul a'lim
Allahumma antarobbi
ta-qab-bal min-ni doa-in-ni
innaka-antas-samiul-a'lim
Wa-tub alaiya ya ALLAH in-naka
antas-samiul a'lim
Usai tadahan doaku pada-MU, kucapai A-Quran milikku untukku tambahkan ketenangan di hati ini. Di malam yang sepi itu, kualunkan kata-kata cinta dari pemilik Cinta itu. Hatiku terpaut akan kata-kata dari-NYA.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Surah Al-Baqarah Ayat 216
Hatiku tenang ketika membacakan ayat tersebut. Sesungguhnya perancangan-MU amat halus, yang aku sendiri tidak terduga ini tertulis untukku.
“Ya Allah, aku redha akan segala ketentuan-MU pada hamba-MU ini. Kau ampunilah segala dosa-dosaku, dosa kedua ibu bapaku.amin.”
Kualihkan kedudukan ku ke meja tulisku…Ku tatap bingkai gambar itu. Tersenyumku sendirian. Kisah itu tergambar di kelopak mataku. Rindunya aku akan kisah itu.
“Lepas main, mandi. Kemudian minum petang. Maghrib kita solat jemaah sama-sama. Ya?” lancar insan kesayanganku menruskan kata.
“Baik^^.hihi”. Aku menjawab tanpa banyak bicara.
Usai solat maghrib berjemaah bersama-sama, Al-Quran kucapai, ku tuntun langkah kecilku ke arah insan kesayanganku.
Itulah rutin harianku disuatu ketika dahulu sebelum aku melangkah dipilih oleh Allah untukku hidup berdikari di sini. Dan setiap kali kulihat Al-Quran itu, kisah itu pasti datang menemaniku untukku ukir senyuman bersama.
Ah, sudah lewat malam, aku harus tidur. Esok kuliahku pagi, takut-takut mengantuk pula di dalam kelas. Em… adakah masih ada kerja yang harus aku lakukan? Insya’Allah tidak ada dah. Aku meletakkan semula bingkai gambar itu, dan ku labuhkan diriku di katil setelah ku sangkutkan persalinan solatku di tempat yang khas yang telah ku tetapkan. Malam itu hatiku tenang setelah kuluahkan segalanya kepada-NYA. Alhamdulillah.
